Profil


tentang cabang profil
hinterland profil
struktur organisasi profil
kontak profil

 Tentang

Selain dapat disinggahi oleh kapal-kapal besar baik dalam negeri maupun luar negeri, berbagai komoditas utama yang dominan diangkut melalui jalur laut tersebut berasal dari sektor komoditas kertas di RAPP Futong, Plywood di Pelabuhan Buatan dan sektor migas sebagai unit sektor pengolahan PT Pertamina (Persero).

"Ketiga komoditas muatan kapal ini dipandu oleh personel pandu Pelabuhan Sei Pakning secara rutin," ujar GM Palabuhan Sei Pakning Coro GA ketika menerima kunjungan MedanBisnis bersama tim humas Kantro Pusat Pelindo 1, baru-baru ini.

Dikatakan Coro, pemanduan kapal merupakan pendapatan dominan bagi pelabuhan di bawah naungan Kementerian BUMN ini yang besarnya mencapai rata-rata Rp 2,1 miliar per bulan pada tahun 2016 dan sedikitnya ada 23 gerak kapal yang dipandu dalam satu bulan.

Dengan mengerahkan sembilan orang personel pandu yang telah profesional di bidangnya, petugas pandu juga dituntut untuk 'jeput bola' dalam memberikan pelayanan kepada pihak pelayaran dan senantiasa 'standby' untuk menunggu perintah pemanduan kapal yang akan masuk ke perairan Sungai Pakning, kata Coro didampingi Manager Bisnis dan Teknik Yenno Vin.

Pelabuhan Sungai Pakning memiliki lokasi yang sangat strategis karena area labuh (ship to ship) berada dekat dengan pulau Bengkalis, jalur akses menuju Pelabuhan Khusus Pertamina, Pelabuhan Pekanbaru, Pelabuhan Peti Kemas Perawang, Pelabuhan Buatan serta jalur masuk ke RAPP sebagai penghasil kertas di Futong.

Sampai saat ini Pelindo I Cabang Sei Pakning merupakan alur wajib Pandu dari Morong ke Sungai Pakning berjarak ± 42 miles laut, Sungai Pakning ke RAPP Futong berjarak ±38 miles laut serta sungai Pakning menuju Pekanbaru ± 93 miles laut yang dapat ditempuh kapal selama ± 12 jam.

Sedangkan alur perairan dapat dilalui oleh kapal kapal yang memiliki draft ± 16 meter (khususnya kapal kargo untuk kegiatan bongkar muat) dengan lebar alur ± 1.5 miles. Untuk kapal kapal tanker yang sandar di Dermaga Khusus Pertamina Sei Pakning dengan draft ±12 meter maksimum, sedangkan kapal kargo yang sandar di Dermaga Khusus RAPP Futong mencapai draft ±12 meter maksimum dengan lebar alur 1.2 miles.

"Kapal - kapal yang menuju ke Pelabuhan Buatan, Pelabuhan Perawang serta Pekanbaru akan melewati muara dengan kedalaman ±4.2 Meter-LWS sehingga kapal - kapal yang masuk alur tersebut harus memiliki draft maksimum ± 6.2 meter," ujar Coro. (chairul anwar).​ 

Status Pelabuhan Sungai Pakning sebagai pelabuhan perwakilan dari Cabang Pelabuhan Pekan baru berakhir. Kini, Pelabuhan Sungai Pakning resmi menjadi Cabang Pelabuhan dari PT Pelabuhan Indonesia I (Persero). Peresmian Status Cabang Pelabuhan Sungai Pakning dilaksanakan oleh Direksi dan Anggota Komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Persero). Pada Kamis tersebut, bertempat di Kantor Pelabuhan Sungai Pakning Coro Ga yang selama ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan dilantik oleh Bupati Kabupaten Bengkalis sebagai Kepala Cabang Pelabuhan Sungai Pakning dengan jabatan Manajer Cabang yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi. Direksi menilai Pelabuhan Sungai Pakning sudah layak untuk dijadikan sebagai Cabang Pelabuhan yang berdiri sendiri. Beberapa aktivitas yang menonjol di Cabang Pelabuhan ini adalah kegiatan Ship to Ship (StS) dan pemanduan khususnya pada pelabuhan-pelabuhan khusus.
Diharapkan perkembangan pelabuhan ini akan semakin meningkat seiring meningkatnya status pelabuhan tersebut karena dalam menjalankan bisnisnya pelabuhan Sungai Pakning tidak perlu lagi “meminta petunjuk" dengan dengan pelabuhan induknya yaitu Pelabuhan Pekanbaru, namun dapat langsung mengambil kebijakan sendiri sesuai dengan ketentuan yang digariskan Direksi. Dengan demikian proses pengambilan keputusan menjadi lebih pendek dan terjadi akselerasi bisnis yang semakin cepat. Juga diharapkan keberadaan pelabuhan ini mampu menjadi katalisator perkembangan ekonomi daerah khususnya Kabupaten Bengkalis
Bagi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), peningkatan status ini menjadi langkah stategis manajemen dalam upaya menggali potensi pendapatan guna mendukung terciptanya profitability growth perusahaan. Peluang-peluang bisnis baru dan permintaan akan jasa kepelabuhan di Kabupaten Bengkalis diharapkan akan meningkat pesat.)