Bisa-Main-Bola,-Inilah-Kondisi-Pelabuhan-Tanjungbalai-Karimun-ketika-Dihantam-Corona---Artikel-ini-telah-tayang-di-tribunba

 Bisa Main Bola, Inilah Kondisi Pelabuhan Tanjungbalai Karimun ketika Dihantam Corona

4/24/2020

​​​

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pelabuhan Tanjungbalai Karimun tampak sepi pada Kamis (23/4/2020) lalu atau tepatnya sehari sebelum puasa.


Biasanya, beberapa hari sebelum awal Ramadan, pelabuhan ini kerap ramai dengan lalu lalang penumpang. Termasuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Karimun yang balik dari Malaysia.Itu sebelum pandemi Covid-19 muncul.

Namun di tahun ini, berbeda. Imbas Covid-19, para TKI pulang lebih awal karena pemerintah negara Malaysia memberlakukan lockdown.


Dari pantauan tribunbatam.id, pada Kamis (23/4/2020) siang, Pelabuhan Tanjungbalai Karimun sangat sepi. Hanya tampak beberapa petugas saja yang tengah berjaga.

Kondisi yang sama juga terlihat di lokasi penjualan tiket kapal ferry. Tidak ada tampak aktivitas jual beli tiket. Beberapa loket bahkan tampak tutup.

"Sepi sekali, sekarang tak seperti biasanya. Kalau sebelum puasa dulu sudah ramai. Sekarang di pelabuhan bisa main bola," kata seorang petugas di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun.

​​

"Palingan kapal hanya bawa 20 penumpang. Kalau menurut orang kapal, 50 penumpang itu baru buat minyak. Kalau lebih dari itu baru bergaji," tambahnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Lalu-Lintas Laut Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Marganda.

Bahkan menurut Marganda, perkiraan awal dari pihaknya berbeda dari keadaan yang terjadi.

"Kami perkirakan sebelum puasa ramai. Tapi ternyata tidak," ungkapnya.


Namun dipastikan Marganda, pihaknya akan tetap menjaga aktivitas lalu lintas pelayaran di Kabupaten Karimun.

"Petugas kita tetap berjaga. Kita pastikan semua penumpang berangkat. Nanti kita juga tetap akan buat posko Ramadan," ujarnya.

Karena sepinya penumpang, pihak perusahaan kapal penumpang mengajukan pengurangan jadwal keberangkatan.

"Tapi mereka tetap stand by jika ada lonjakan," sebut Marganda.


Berdasarkan data KSOP Tanjungbalai Karimun, untuk kapal ferry Internasional dari atau menuju Puteri Harbour Malaysia serta Singapura sudah tidak berlayar.

Kemudian untuk kapal ferry dari Kukup Malaysia hanya akan berlayar dua kali dalam sepekan, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Jadwal ini mulai diberlakukan pekan depan.

Lalu untuk ferry domestik MV Oceana rute Karimun-Harbourbay Batam dan sebaliknya telah menghentikan sementara pelayaran sejak Selasa (21/4/1020).


Bagi masyarakat yang akan ke Kota Batam hanya dapat melalui Pelabuhan Sekupang. Dimana MV Miko Natalia masih akan berangkat dari Karimun pada pukul 07 30 WIB dan pukul 15.00 WIB, Batam Jet pada pukul 13.30 WIB serta Dumai Ekspress pada pukul 07.30 WIB dan 13.30 WIB.

Untuk rute Karimun-Tanjung Buton masih berangkat setiap hari pada pukul 08.00 WIB mengunakan speedboat Karunia Jaya.

Kemudian dua kapal Ferry Batam Jet dan Dumai Ekspress masih melayani rute Karimun-Selat Panjang-Bengkalis-Dumai setiap hari. Keduanya berangkat dari Kabupaten Karimun sekira pukul 08.30 WIB.


Sementara rute Karimun-Tanjungpinang dan sebaliknnya, hanya dilayari oleh satu kapal ferry, yaitu Dumai Ekspress. Untuk Karimun-Tanjungpinang dijadwalkan berangkat setiap Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu. Kemudian dari Tanjungpinang-Karimun berangkat pada Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.

"Speedboat di KPK juga mengurangi. Tapi mereka standby. Jadwal ini sifatnya situasional," kata Marganda. (tribunbatam.id/Elhadif Putra)


Sumber :
http://batam.tribunnews.com

Berita lainnya

  • list-item-1

    Hasil Non Reaktif, Kapolres Karimun Sebut Rapid Tes Massal Bagian Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru

  • list-item-1

    Bupati Karimun Resmikan Obyek Wisata di Desa Jang Moro

  • list-item-1

    Pelindo I, Serahkan Paket Sembako dan Masker