Dua-Investor-Asing-Masuk-Pelabuhan-Kuala-Tanjung

 Dua Investor Asing Masuk Pelabuhan Kuala Tanjung

11/15/2019

PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) siap melanjutkan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara. Tak tanggung-tanggung, perusahaan pelat merah ini akan menjadikan pelabuhan terbesar di Indonesia itu sebagai hub internasional sekaligus dilengkapi kawasan industri. Pelindo I menggandeng dua investor asing untuk pengembangan tersebut.

Kedua investor itu adalah Port of Rotterdam Authority dari Belanda dan Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co, Ltd asal China.

Pelindo I dan dua mitra bisnisnya meneken head of agreement (HoA) untuk optimalisasi pengembangan Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Industri Kuala Tanjung di Gedung Kementerian Perhubungan, Kamis, (14/11).

Ruang lingkup HoA meliputi pengembangan dan manajemen Pelabuhan Internasional dan Kawasan Industri Kuala Tanjung untuk menjadi Pelabuhan dan Kawasan Industri kelas dunia.

Itu termasuk untuk pengembangan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal, optimalisasi Kuala Tanjung Multipurpose Terminal dengan menggelar pelayaran langsung dari Kuala Tanjung ke Ningbo dan sebaliknya melalui jaringan yang dimiliki Zhejiang.

Kerjasama juga mencakup joint workshop untuk menyusun business plan dan commercial terms yang layak dengan menyertakan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal sebagai bagian dari keseluruhan proyek.

Proyek pengembangan Kuala Tanjung meliputi empat fase. Fase pertama adalah pembangunan Pelabuhan yang sudah beroperasi sejak 24 April 2019. Fase kedua yakni pembangunan kawasan industri seluas 3.400 hektare (ha) yang terintegrasi dengan fase ketiga yakni pelabuhan hub. Fase keempat membangun kawasan urban.

Pengembangan Kuala Tanjung hingga akhir membutuhkan waktu 20 hingga 25 tahun. Adapun kebutuhan investasinya ditaksir mencapai Rp 30 triliun hingga Rp 35 triliun. "Kami berharap kerjasama dengan dua investor asing mempercepat pengembangan Kuala Tanjung," jelas Direktur Utama Pelindo I, Dian Rachmawan, seusai penandatanganan HoA, kemarin.

Keyakinan ini berlandaskan kemampuan dua investor asing. Port of Rotterdam Authority merupakan pengelola pelabuhan terbesar di Eropa yang mumpuni dalam mengembangkan dan mengelola pelabuhan kelas dunia. Sedangkan Zhejiang adalah badan usaha milik negara China yang terbaik dalam mengelola kargo.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus H. Purnomo, berharap kerjasama ini bisa meningkatkan jumlah kargo yang masuk melalui Kuala Tanjung Multipurpose Terminal. Kerjasama tersebut juga bisa mempercepat pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung. (Sugeng Adji Soenarso/SAS)

Sumber : https://insight.kontan.co.id/news/dua-investor-asing-masuk-pelabuhan-kuala-tanjung​​


Sumber :
 

Berita lainnya

  • list-item-1

    Pelindo Pekanbaru menyerahkan bantuan pinjaman dan bantuan disabilitas

  • list-item-1

    Pelni Belawan Siap Layani Penumpang Natal-Tahun Baru

  • list-item-1

    150 ANAK DI DUA KELURAHAN TERIMA BANTUAN SEKOLAH Wawako : Sudah Kewajiban Perusahaan Laksanakan CSR