Kuala-Tanjung-siap-jadi-pelabuhan-internasional

 Kuala Tanjung siap jadi pelabuhan internasional

3/4/2019

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, saat ini tengah dikebut. Pelabuhan Kuala Tanjung diproyeksi menjadi pelabuhan terbesar di wilayah barat Indonesia pada 2023.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), pun sudah rampung dan menunggu diresmikan Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan hub internasional dan memiliki berbagai fungsi. Salah satunya yaitu menyediakan lahan untuk kawasan industri.

Nantinya semua kegiatan ekspor dari pelabuhan tersebut bisa dikirim langsung ke berbagai negara di Asia seperti Tiongkok, Singapura, Malaysia, India, dan lainnya tanpa perlu transit.

Selain Kuala Tanjung, enam pelabuhan lainnya yang akan menjadi hub Internasional adalah; Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya, Kijing di Pontianak, Bitung di Sulawesi Utara, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Sorong.

"Kami memastikan bahwa fasilitas dan pembangunan ini berjalan dengan baik juga memiliki kapasitas yang bagus. Oleh karenanya kita ingin melakukan suatu percepatan ekspor dan dijadikan sebagai hub internasional selain Tanjung Priok," ujar Budi, dikutip dalam keterangan resmi, Senin (3/3/2019).

Saat ini, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal‎ telah dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan yang lengkap dan modern dengan dukungan sistem IT terintegrasi. Pelabuhan itu berkapasitas 600 ribu TEUs dan dilengkapi dengan dermaga 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Selain itu, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga didukung berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih. Antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas dan curah cair.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sudah dimulai sejak 2015 dan dibagi ke dalam empat tahap. Pembangunan tahap I berupa trestle dan dermaga yang mampu disandari mother vessel, lapangan penumpukan peti kemas berkapasitas 500.000 TEUs, dan tangki timbun.

Tahap kedua berupa kawasan industri seluas 3.000 hektare yang akan menjadikan Kuala Tanjung sebagai international hub port (2016-2018). Lalu, tahap ketiga berupa pengembangan dedicated/hub port (2017-2019) dan tahap keempat merupakan pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

Biaya investasi untuk keempat tahap tersebut mencapai Rp43 triliun. Biaya ini naik dari sebelumnya yang berkisar Rp34 triliun.

Lalu pada 2018, pelabuhan ini sudah beroperasi dan telah melakukan ekspor perdananya sebanyak 205 TEUs dengan menggunakan Kapal Wan Hai Lines 505.

Tekan biaya logistik

Keberadaan pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan bisa menekan biaya logistik dan menurunkan harga barang-barang, khususnya di wilayah Sumatra.

Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi hub bagi pelabuhan-pelabuhan yang terdapat di Pulau Sumatra. Pelabuhan ini memiliki dua fungsi; pertama sebagai pusat alih muatan kapal (transhipment) dan kedua sebagai pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Selain itu, keberadaan pelabuhan ini juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas kapal di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan dengan kedalaman yang mencapai 16-17 meter Low Water Spring (LWS), Pelabuhan Kuala Tanjung bisa disandari kapal-kapal besar. Oleh sebab itu, pengoperasian pelabuhan diharapkan mampu menekan biaya logistik sehingga tercipta efisiensi.

"Dengan penurunan biaya logistik nantinya bisa berdampak pada penurunan harga barang-barang sekitar 35 persen-55 persen. Selain itu, di pelabuhan ini juga bisa disandari cruise yang mampu membawa 3.000-5.000 wisatawan sehingga bisa mendorong pariwisata Indonesia, khususnya di daerah Sumatra Utara,” ujar Luhut.

Dia mengatakan waktu peresmian masih akan dirapatkan terlebih dahulu, namun diusahakan dalam waktu dekat ini.

"Pelabuhan Ini sudah jadi dan sudah siap. Mengenai kapal dimaksimalkan karena pelabuhan ini bagus mempunyai kedalaman 17 meter dan kapalnya super besar. Semua ujung-ujungnya efisiensi, nanti kelapa sawit juga harus di sini. Juga mengurangi kepadatan lalu lintas di Medan," kata Luhut.

sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/kuala-tanjung-siap-jadi-pelabuhan-internasional

Sumber :
 

Berita lainnya

  • list-item-1

    Pelindo I Cari Partner Strategis untuk Kuala Tanjung, Siapa Saja

  • list-item-1

    Pelindo I Berencana Terbitkan MTN Rp1 Triliun Lebih

  • list-item-1

    Intip Megahnya Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Balai Asahan