Oktober,-Pesanan-Elektronik-di-Pelabuhan-Diterapkan-Penuh

 Oktober, Pesanan Elektronik di Pelabuhan Diterapkan Penuh

7/10/2019

​Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyebut implementasi secara penuh sistem pesanan secara elektronik (delivery order online/DO online) untuk barang impor di pelabuhan dilakukan pada Oktober 2019

Jelang implementasi secara penuh tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar bimbingan teknis sosialisasi dan evaluasi penerapan DO online.

""Kegiatan sosialisasi dan evaluasi penerapan DO online tahun anggaran 2019 ini bertujuan untuk membangun serta menerapkan sistem pesanan secara elektronik atau DO online untuk barang impor di pelabuhan yang telah diterapkan di 4 pelabuhan utama dan satu pelabuhan kelas 1 pada akhir Juni 2018 lalu," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko dalam keterangannya, Rabu (10/7/2019).

Adapun keempat pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar serta pelabuhan kelas 1 Pelabuhan Tanjung Emas.

Wisnu memandang, kegiatan ini sebagai langkah yang baik untuk meningkatkan konektivitas secara elektronik dan meningkatkan perekonomian daerah dan mendukung program Ditjen Perhubungan Laut.

"Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan penerapan DO online dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Wisnu mengharapkan, kegiatan sosialisasi dan evaluasi penerapan DO online tahun 2019 ini dapat memberikan hasil yang optimal bagi peningkatan perekonomian nasional ke depannya.

Wisnu Handoko mengatakan, aplikasi DO online merupakan amanat Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 120 tahun 2017 tentang Pelayanan Pengiriman Pesanan Secara Elektronik (Delivery Order Online) untuk barang impor di pelabuhan.

"Untuk itu DO online mulai diberlakukan di 4 pelabuhan utama dan satu pelabuhan kelas I yang termonitor di Inaportnet 2.0," kata Capt. Wisnu.

Penerapan DO online merupakan upaya mempercepat proses permintaan DO, pembayaran DO, sampai penerbitan DO oleh perusahaan pelayaran dengan melakukan pertukaran data elektronik tidak lagi secara manual. Dengan demikian, diharapkan sistem DO online dapat menekan biaya operasional perusahaan dalam pengurusan DO.

"Aplikasi ini wajib digunakan oleh terminal pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan perusahaan jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) dalam proses importasi barang," kata Wisnu.

Wisnu menegaskan, sistem DO Online akan diimplementasikan secara penuh pada Oktober 2019. "Setelah implementasi secara penuh pada Oktober 2019 akan diterapkan law enforcement seperti pemberian peringatan hingga sanksi," tutur Wisnu.

Deputi III Pengelola Portal Indonesia Nasional Single Window ( PP INSW) Harmen Sembiring mengatakan, sistem INSW telah siap menjadi gateway dokumen delivery online.

"Kami sangat mendukung implementasi delivery online Kementerian Perhubungan dan INSW telah siap menjadi gateway program tersebut," kata Harmen.

Menurut Harmen, sekitar 95 persen lalu lintas dokumen perdagangan di ASEAN sudah melalui INSW. PP INSW juga baru-baru ini telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Tiongkok. Juga telah menjalin kesepakatan dengan Korea Selatan dan beberapa negara lainnya. "Jadi pada dasarnya INSW sudah sangat siap menerima layanan lalu lintas dokumen perdagangan, termasuk DO," tegas Harmen.

sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/563664/oktober-pesanan-elektronik-di-pelabuhan-diterapkan-penuh

Sumber :
 

Berita lainnya

  • list-item-1

    Pelindo 1 Lhokseumawe Ekspor Perdana CPO ke India

  • list-item-1

    Kemendag Kerja Sama dengan Kemenhub, Pelindo I-IV dan KLHK

  • list-item-1

    Demi Selat Malaka, Kemenhub dan PMLI Latih 20 Orang Tenaga Pandu Laut Dalam