Tingkatkan-Kinerja,-Pelindo-1-Dumai-Perluas-Pasar-Marine-Services

 Tingkatkan Kinerja, Pelindo 1 Dumai Perluas Pasar Marine Services

8/25/2020
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Dumai mencatat trafik kunjungan kapal sebanyak 1.796 call atau 15.753.386 GT (Gross Tonnage) untuk di pelabuhan umum dan terminal khusus (Tersus) dan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) selama kurun waktu semester I tahun 2020.

“Pendapatan usaha Pelabuhan Dumai sampai dengan semester I tahun ini sebesar Rp 271,74 miliar, dengan salah satu bisnis unggulan di Pelabuhan Dumai yakni marine services baik di pelabuhan umum maupun di tersus/TUKS seperti: Kawasan Industri Dumai (KID), Lubuk Gaung, dan Pertamina.

Kawasan Lubuk Gaung menjadi kawasan potensial yang terus kami upayakan untuk memperluas pasar marine services dengan gencar melakukan kerja sama serta pendekatan kepada para agen dan pemilik TUKS. Selain marine services, layanan unggulan di Pelabuhan Dumai yaitu layanan bongkar muat curah kering dan curah cair,” jelas General Manager Pelindo 1 Cabang Dumai, Jonedi Ramli.

Sementara itu, untuk layanan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Dumai mengalami peningkatan yang signifikan. Sampai dengan semester I – 2020, Pelabuhan Dumai melayani bongkar muat peti kemas sebanyak 6.675 box, naik 72,89 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar 3.861 box. Angka tersebut setara dengan 7.253 TEUs, naik 79,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4.037 TEUs.

Jonedi Ramli menerangkan bahwa untuk mendongkrak kinerja, berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pelindo 1 Cabang Dumai, meliputi: meningkatkan market share untuk marine services di tersus/TUKS melalui kerja sama dengan perusahaan pelayaran dan pemilik dermaga, melakukan penyesuaian tarif pelayanan kapal, meningkatkan market share UBM (Usaha Bongkar Muat) dengan sistem tarif paket, meningkatkan market share jasa lainnya dengan metode paket port to door service atau sebaliknya, meningkatkan tingkat kesiapan alat melalui kerja sama operation and maintenance, kerjasama handling cargo di TUKS, melakukan penyesuaian tarif persewaan lahan, serta melakukan penyesuaian untuk sharing atas penggunaan aset persewaan.

“Untuk memacu kinerja Pelabuhan Dumai, terus mengoptimalkan peluang-peluang bisnis baru, seperti: pemanfaatan aset-aset yang dimiliki Pelindo 1 untuk area depo peti kemas dan container storage, pengoperasian jembatan Sungai Dumai dengan melakukan kerja sama dengan BUMD, pengoperasian terminal peti kemas internasional dan depo, serta pemanfaatan Reception Facilities yang akan bekerja sama dengan perusahaan pengelola limbah untuk penanganan limbah dari kapal yang berkunjung ke Pelabuhan Dumai dan limbah yang dihasilkan Pelabuhan Dumai,” jelas Jonedi Ramli.

Pelabuhan Dumai menjadi salah satu Pelabuhan yang memiliki terminal curah cair terbesar di Indonesia dengan throughput CPO tertinggi di Indonesia, yang memiliki tiga dermaga yakni: Dermaga A sepanjang 348 meter untuk general cargo dan 20 meter untuk pelabuhan penumpang, Dermaga B sepanjang 800 meter untuk terminal curah cair, serta Dermaga C sepanjang 700 meter untuk kapal kontainer dan komoditi curah kering. Saat ini berbagai fasilitas dan peralatan yang berada di Pelabuhan Dumai, di antaranya: 9 Kapal Pandu, 12 Kapal Tunda, 3 Forklift, 4 Mobile Crane, 1 Reach Stacker, 4 Excavator, 10 Loader, dan 8 Dump Truck.

Komoditas dominan untuk curah cair di Pelabuhan Dumai yaitu Crude Palm Oil (CPO) yang diekspor ke India, China, dan Eropa. Sedangkan untuk curah kering yaitu Palm Kernel Ekspeller (PKE) dan Palm Kernel Shell (PKS) yang banyak diekspor ke Asia Timur dan Eropa.

Tentang PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

(BUMN) yang  mengelola jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat. Pelindo 1 berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 15 cabang pelabuhan, 8 kawasan pelabuhan/ perwakilan dan mengelola 1 (satu) unit usaha yaitu UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) serta 5 (lima) Anak Perusahaan, yaitu PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK) dan PT Prima Husada Cipta Medan (PHCM).

Pelayanan Pelindo 1 meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya.  Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia dan saat ini sedang mengembangkan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan Hub Port Indonesia bagian barat, serta mempunyai pintu utama eksport CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui pelabuhan Belawan dan Dumai.

Saat ini Pelindo 1 dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus, telah melakukan inovasi dengan menambahkan peralatan dan perpanjangan fasilitas dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas yang lebih efektif dan efisien. Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dan mendukung kebijakan Pemerintah terutama dalam program tol laut untuk memperkuat konektivitas nasional dan menciptakan biaya logistik nasional secara efisien dan efektif serta meningkatkan daya saing nasional Pelindo 1, Indonesia Gateway.

Sumber : https://pressrelease.kontan.co.id/release/tingkatkan-kinerja-pelindo-1-dumai-perluas-pasar-marine-services

Sumber :
 

Berita lainnya

  • list-item-1

    BP Batam dan Pelindo I Kerja Sama Penundaan Kapal

  • list-item-1

    Pelindo I dan BP Batam Atasi Pemanduan dan Penundaan Kapal

  • list-item-1

    Hingga September 2020, Pelabuhan Kuala Tanjung Lakuka Bongkar Muat 34.857 Box Peti Kemas